PERMASALAHAN pendidikan yang menyangkut peningkatan  kualitas pendidikan

ZONASI DALAM PEMERATAAN PENDIDIKAN

Oleh: Shotya Robbani

Sebagai salah satu negara berkembang, sistem pendidikan di Indonesia mendapati banyak kritik oleh akademisi maupun praktisi di bidang pendidikan. Isu utama yang diangkat dalam bidang pendidikan tersebut adalah mengenai belum terciptanya pemerataan pendidikan di Indonesia. 

Untuk mengatasinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada akhirnya menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) No. 14 Tahun 2018 tentang PPDB pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau bentuk lain yang sederajat sebagai langkah konkret pemerintah dalam mengatasi permasalahan pemerataan pendidikan. Poin penting dari regulasi tersebut adalah sistem penerimaan siswa yang menggunakan kriteria zonasi atau jarak. Sementara nilai ujian nasional tidak lagi menjadi pertimbangan utama. Ketentuan tersebut secara lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut : 

  1. Prioritas calon peserta didik (SMP dan SMA) yang wajib diterima meliputi jarak tempat tinggal ke sekolah, Surat Hasil Ujian Nasional (untuk lulusan SMP) dan prestasi akademik dan non akademik. 
  2. Prioritas calon peserta didik (SD) menggunakan kriteria zonasi sebagai pertimbangan kedua setelah faktor minimum usia masuk sekolah. 

Regulasi tersebut mendapatkan banyak pro dan kontra dari masyarakat. Kontra tersebut antara lain pertimbangan jarak yang sulit diterapkan mengingat jumlah lulusan dan jumlah ketersediaan sekolah di setiap daerah berbeda-beda, perbedaan persepsi zonasi di setiap daerah dan penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu yang mempunyai kuota lebih besar yaitu 20% daripada kuota penerimaan jalur prestasi yaitu 5%. 

Sistem zonasi sejatinya merupakan wujud keberpihakan pemerintahan terhadap masyarakat. Zonasi mampu merpercepat pemerataan pendidikan sehingga tidak lagi tercipta “kasta” dalam sistem pendidikan Indonesia. Zonasi dapat berhasil apabila diikuti oleh pemenuhan standart nasional pendidikan di tiap sekolah dimana setiap elemen masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama dalam . Selain itu, mengingat kondisi geografis Indonesia yang berbeda, sehingga perlu adanya penyesuaian sistem zonasi di setiap daerah dengan tetap berpegang teguh pada prinsip mendekatkan jarak tempat tinggal peserta didik dengan sekolah. Dengan demikian, keberhasilan sistem zonasi sendiri tidak serta merta murni tanpa perlu adanya evaluasi lanjutan dan dukungan dari masyarakat untuk terus berpartisipasi mengevaluasi dan mencari solusi untuk permasalahan ini. 

Referensi  :

Safarah, Arifinna Azizah dan Wibowo, Udik Budi. 2018. Program Zonasi di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Indonesia. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Wahyuni, Dinar. 2018. Info Singkat : Pro Kontra Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2018/2019. Vol. X No. 14 

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *