Good Parenting Skill sebagai Dasar Pembentukan Karakter Anak

Oleh: Hilda Zittaha

Pembentukan karakter anak sangat ditentukan oleh perilaku orang tua terhadap anak mereka. Mendidik dengan bijaksana dan penuh perhatian menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan atau keberhasilan anak ketika dewasa. Oleh sebab itu, pendidikan pertama dan yang paling utama adalah di lingkungan keluarga, yakni orang tua. Keluarga menjadi sekolah pertama sebagai pusat tumbuh kembang sang anak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Orang tua merupakan aktor penting dalam keluarga untuk mengarahkan atau sekarang yang lebih dikenal dengan Parenting Skill.

Parenting Skill artinya sistem pembelajaraan pengasuhan hubungan antara orang tua dengan anak seperti kasih sayang, memberi pengarahan terhadap suatu hal, memberi makan dan pakaian serta melindungi dan mengawasi tumbuh kembang sang anak dan nilai-nilai positif lainnya. Cara atau teknik parenting setiap orang tua pasti berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pembinaan yang dibekali terhadap anak meliputi pembinaan mental dan fisik agar anak di masa depan dengan mudah mengatasi masalah dan cobaan yang dialaminya.

Keberhasilan anak yang didapat di masa depan merupakan buah hasil dari Good Parenting Skill. Karena anak terus diberi nasihat dan arahan yang baik dari orang tua mereka disertai pembekalan pengalaman yang pernah dialaminya. Akan tetapi, ada pula pencapaian keberhasilan sang anak bukan berasal dari cara pengasuhan yang baik sehingga anak merasa tertekan. Misalnya, gadis jenius  asal Vietnam yang tinggal di Kanada merasa sangat tertekan karena dituntut untuk berprestasi oleh kedua orang tuanya. Alhasil karena merasa dipaksa untuk terus berprestasi, gadis tersebut mencoba membunuh orang tuanya secara sadis dan sang Ayah berhasil selamat. 

Berkaca dari kejadian di atas, para orang tua perlu menerapkan cara asuh anak dengan tepat agar anak tidak merasa tertekan. Adapun yang perlu dihindari tentang kesalahan parenting meliputi sebagai berikut :

  1. Mudah emosi apabila anak melakukan kesalahan.

Sebaiknya hal ini perlu dihindari oleh para orang tua. Biasanya anak melakukan kesalahan seperti berbohong karena ada rasa takut jika menerima perlakuan kasar, sehingga hal berbohong menjadi sebuah kebiasaan. Bicaralah baik-baik kepada anak agar tidak mengulanginya kembali.

  1. Memarahi anak di tempat umum

Marah kepada anak di depan orang banyak justru malah membuat mental anak menjadi down. Sehingga saat anak dewasa memiliki pribadi yang tidak tahan banting.

  1. Menyuruh anak tanpa melihat perasaannya.

Misalnya sering mengikuti kelas tambahan matematika padahal bakat sang anak ada di bidang seni. Hal demikian akan membuat anak memiliki sikap yang dingin dan tidak peduli terhadap sesama.

  1. Membanding-bandingkan

Setiap anak pasti memiliki potensi dan kecerdasan masing-masing. Sifat membandingkan-bandingkan sang anak dengan orang lain justru akan membuat anak memiliki sifat iri dan cemburu.

  1. Terlalu sering menolong anak

Dalam menghadapi tantangan baru, apabila orang tua terlalu sering menolong sang anak maka anak sulit untuk mengambil sebuah keputusan atau kepastian dan cenderung pemalu bahkan tidak ingin mengambil resiko.

Sehubungan dengan hal di atas penerapan Good Parenting Skill terhadap anak perlu dilakukan. Sehingga ketika dewasa tidak hanya kesuksesan yang diraih, akan tetapi karakter yang lemah lembut dan pengertian terhadap sesama tertanam dalam dirinya. Berikut cara-caranya :

  1. Tetap tenang

Jangan mudah marah dengan berteriak kepada anak. Marahlah dengan tenang dan lembut namun dengan intonasi yang tegas. Sehingga anak tidak gampang takut dan menyadari kesalahan yang dibuat.

  1. Teladan yang baik

Pribadi teladan yang dimiliki para orang tua akan berdampak pada sang anak dengan jiwa kepemimpinan yang baik.

  1. Konsekuensi 

Berikan arahan hal apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh sang anak. Konsekuensi yang ditimbulkan terhadap suatu hal. Hal demikian akan membuat anak memiliki sifat yang disiplin.

  1. Cinta tanpa syarat

Berikan rasa cinta kasih yang tulus kepada anak tanpa peduli sifat dan perilaku apapun yang dimiliki.

  1. Dorongan membangun harga diri

Memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan anak dan katakan bahwa mereka mampu dan pasti bisa meskipun kegagalan menyertai. Ingatlah kesuksesan dimulai dari kegagalan. Jadi ajarkan anak untuk selalu bersikap mandiri dan pantang menyerah.

Daftar Pustaka

Fathah Pajar Mubarok. “Pengaruh Positif untuk Meningkatkan Keterampilan Mindful Parenting Orangtua Remaja”. Jurnal Ilmiah Psikologi. Vol. 3 No.1. 2016. 41-47

Reksita Galuh. 2017. “Moms, Ini 5 Kesalaha Parenting yang Perlu Anda Hindari” (online) (https://journal.sociolla.com/lifestyle/moms-ini-5-kesalahan-parenting-yang-perlu-anda-hindari/, pada tanggal 9 Agustus 2019)

Tatik Aryanti. “Parenting di PAUD sebagai Upaya Pendukung  Tumbuh Kembang Anak Usia Dini”.  Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. 9 No.2. 2016. 4-6

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *