oleh: Salsabila

Saat ini masyarakat dunia tengah diresahkan dengan adanya wabah Corona Virus Disease (COVID-19) yang menjadi sebuah pandemi . Ini ditandai dengan tingginya kasus penderita covid hingga mencapai 743,198 kasus. Hal ini berimplikasi juga pada dunia pendidikan Indonesia,

Semenjak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, maka kegiatan pembelajaran dilaksanakan dari rumah. Awalnya kegiatan belajar mengajar tatap muka, yang kemudian dilakukan secara online melalui berbagai media, yang mengejutkan banyak pendidik (Ridha et al., 2021)

Era digital memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna, salah satunya adalah media sosial. Kemudahan berupa mengurangi jarak komunikasi antar individu yang dulu dianggap tidak mungkin. Melalui media sosial,pengguna dapat langsung berkomunikasi dengan semua orang dan memahami apa yang terjadi di seluruh dunia.(Rohmah, 2020). Masyarakat Indonesia dapat menggunakan jenis-jenis media sosial yang baru.

Lonjakan penderita kasus covid 19 secara langsung mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Menurut Keputusan Bersama 4 Menteri Nomor 01/KB/2020 tanggal 15 Juni 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) menetapkan pembelajaran tatap muka wajib dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran dalam jaring (daring) atau pembelajaran secara online. Pembelajaran secara online membuat baik pendidik maupun pelajar untuk menggunakan teknologi informasi komunikasi yang ada supaya kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. 

Untuk mendukung pembelajaran secara onlline digunakan platform media sosial. Pembelajaran online atau online learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan internet dan berbagai teknologi sebagai medianya (Atikah et al., 2021). Pembelajaran secara online tidak lepas dari jaringan internet.

Kesulitan pembelajaran jarak jauh yakni tuntutan menguasai serbabisa menggunakan teknologi yang ada, namun kenyataan dilapangan berbeda jauh yakni belum semua ornag bisa menggunakan teknologi dengan maksimal dan dapat memahami penggunaan teknologi tersebut. Selain itu, kesulitan lainnya terkait dengan beban kerja yang besar mengingat ada banyak mata kuliah yang harus dihadapi dalam masa pandemi COVID-19 ini.Permasalahan pembelajaran secara online salah satunya koneksi jaringan internet menjadikan penghambat dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun pembelajaran online dapat melalui media sosial berupa Whatsapp, Instagram, Youtube, Google Classroom, Google form, tik tok, dan Zoom metting

Media sosial adalah salah satu jejaring halaman media sosial yang dapat memungkinkan satu orang untuk berkomunikasi satu sama lain atau berinteraksi dengan berbagai kebutuhan dan tuntutan individu. Media sosial dianggap berbahaya dikarenakan dianggap sebuah wadah untuk mengekpresikan kebebasan. Menurut Junawan dan Laugu (2020) tiga aspek seseorang dalam menggunakan media yakni jumlah waktu, Isi media,dan Hubungan Media. 

Perubahan pola pembelajaran ini memberikan permasalahan tersendiri bagi para pelajar. Permasalahan berupa munculnya tekanan dan stres pada pelajar yang melakukan pembelajaran jarak jauh. Dalam proses pelaksanaannya masih terdapat kendala dikarenakan tidak semua orang terbiasa belajar melalui online. 

Selain itu, saat kegiatan belajar berlangsung melalui media sosial dapat menimbulkan permasalahan baik dialami pengajar maupun pelajar. Jenis jenis permasalahan tersebut dapat berupa materi pembelajaran yang sulit dipahami, tugas yang terlalu banyak, keterlambatan pencarian informasi, dan kesulitan akses internet (Habibah et al., 2020). Selain itu dampak yang ditimbulkan dari kegiatan belajar secara online melalui media sosial adalah mudah terkena stress akibat banyak tuntutan, mengalami kejenuhan belajar dan juga dapat mengalami social media fatigue

Menurut Argaheni  (2020) social media fatigue merupakan suatu perasaan pengguna media sosial yang ditandai dengan mudahnya mengalami kelelahan, mudah tersinggung, mudah marah, kecewa, kehilangan minat, atau tidak adanya motivasi yang dapat menyebabkan kehilangan konstreasi dan fokus terhadap apa yang dikerjakan.Hal ini menimbulkan penurunan performa belajar sehingga dapat memicu penurunan prestasi.

Namun, penggunaan media sosial dalam kegiatan belajar terdapat manfaatnya. Yang didapatkan yaitu mudah berkomunikasi melalui fasilitas internet secara teratur atau tanpa batasan, pendidik dan pelajar dapat menggunakan buku teks atau bimbingan belajar terstruktur dan terencana melalui internet sehingga kedua belah pihak dapat saling mengevaluasi materi seberapa jauh yang telah dipelajari dalam mengajar , pelajar dapat mempelajari atau mereview buku kapan saja, dimana saja, dan memperoleh informasi tambahan terkait materi yang telah dipelajarinya baik pendidik maupun pelajar dapat berdiskusi melalui internet, kemudian jumlah peserta, sehingga menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas, mengubah peran pelajar yang biasanya pasif menjadi aktif, relatif lebih efisien. (Santi, 2020) Selain itu, kegiatan belajar melalui media sosial dapat mendorong seseorang menjadi mampu mempunyai kemandirian dalam hal belajar dan memotivasi untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar.

Namun, secara langsung dan tidak langsung pasti akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19, memaksa seseorang untuk menjauhi keramaian (Sukatin et al., 2021). Beberapa pendidik baik dosen maupun guru mengaku, jika pembelajaran daring ini tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka langsung), karena beberapa materi harus dijelaskan secara langsung dan lebih lengkap. dan juga materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua pelajar terutama kegiatan praktik yang harus dilaksanakan secara offline.

Daftar Pustaka

Argaheni, N. B. (2020). Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi COVID-19 Terhadap Mahasiswa Indonesia. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Aplikasinya, 8(2), 99. https://doi.org/10.20961/placentum.v8i2.43008

Atikah, R., Prihatin, R. T., Hernayati, H., & Misbah, J. (2021). Pemanfaatan Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Petik, 7(1), 7–18. https://doi.org/10.31980/jpetik.v7i1.988

Habibah, R., Salsabila, U. H., Lestari, W. M., Andaresta, O., & Yulianingsih, D. (2020). Pemanfaatan Teknologi Media Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(02), 1. https://doi.org/10.30742/tpd.v2i2.1070

Junawan, H., & Laugu, N. (2020). Eksistensi Media Sosial,Youtube, Instagram dan Whatsapp Ditengah Pandemi Covid-19 Dikalangan Masyarakat Virtual Indonesia. Baitul ’Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 4(1), 41–57. https://doi.org/10.30631/baitululum.v4i1.46

Ridha, M., Firman, & Desyandri. (2021). Efektifitas Media Pembelajaran Daring di masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 71–77.

Rohmah, N. N. (2020). Media Sosial Sebagai Media Alternatif Manfaat dan Pemuas Kebutuhan Informasi Masa Pandemik Global Covid 19 (Kajian Analisis Teori Uses And Gratification). Al-I’lam: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(1), 1–16. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jail/article/view/2957/1905

Santi, D. T. (2020). Pemanfaatan Media Sosial Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Pada Masa Covid-19 Di Mi Al-Iman Way Jepara. As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 9(2), 145–162. https://doi.org/10.51226/assalam.v9i2.145

Sukatin, Jannah, M., Khoiriah, M., Sawinar, Mulyani, Paizah, & Fitri. (2021). EFEKTIVITAS BELAJAR DARING DAN MASALAH PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI. Jurnal Sosial Dan Teknologi (SOSTECH), 1(8), 2774–5147.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *