oleh: Jessica Wiryantara

Terjadinya pandemi Covid-19 memengaruhi tatanan kehidupan masyarakat baik secara ekonomi, sosial, budaya, pendidikan serta lingkungan. Pemanfaatan media sosial media dalam pandemi covid-19 berdampak besar seperti masyarakat yang semula melakukan aktivitas secara tradisional seperti jual beli di pasar, minimarket dan sebagainya mulai mengalami perubahan atau culture shock. Dimana saat pandemi Covid-19 masyarakat harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi seperti harus melakukan aktivitas dengan menggunakan teknologi atau media sosial. Laporan terbaru dari agensi marketing We Are Social dan platform manajemen media sosial Hootsuite mengungkap bahwa lebih dari separuh penduduk di Indonesia telah “melek” alias aktif menggunakan media sosial pada Januari 2021 (Kompas, 24 Februari 2021). Dalam laporan berjudul Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital itu, disebutkan bahwa dari total 274,9 juta penduduk di Indonesia, 170 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Ditambah dengan keadaan selama pandemi yang mengharuskan untuk mengurangi kontak fisik langsung antarindividu. Menurunnya mobilitas secara langsung membuat peningkatan penggunaan media sosial yang berperan sebagai pengganti untuk tetap menjalin silahturami, menjaga hubungan bisnis, tetap mendapat info terbaru dan lain-lain. Media sosial juga bertransformasi menjadi ajang untuk melakukan transaksi jual beli di untuk menghindari kontak fisik langsung guna mengurangi laju pertumbuhan Covid-19. Selain itu, rasa bosan karena tidak bisa berkontak langsung mulai membuat mencari teman di sosial media seperti bertemu dengan orang-orang luar seperti menemukan teman-teman yang memiliki ketertarikan akan sesuatu yang sama atau hobi yang sama. Yang kemudian akan berkembang menjadi lingkaran pertemanan yang lebih luas atau memperluas jaringan sehingga mudah kedepannya untuk melakukan sesuatu. Media sosial juga dapat digunakan untuk menunjukkan kreativitas seperti membagikan foto, kisah, artikel maupun video. Hal tersebut membuat individu lebih berani dan keluar dari zona nyamannya sehingga karyanya dapat dilihat oleh orang banyak. Media sosial juga digunakan untuk berbagi tentang motivasi, pelajaran hidup, serta dukungan moral untuk masyarakat luas sehingga dapat berubah ke arah yang lain. Tetapi ada sisi buruk yang didapat yaitu beberapa masyarakat yang menyalahartikan maksud dari yang ingin disampaikan orang tersebut seperti menganggap bahwa orang tersebut hanya dianggap sok bijak untuk memberikan saran atau motivasi kepada orang lain. Dari hal tersebut, perlu adanya bimbingan untuk menggunakan internet yang baik dan tidak merugikan orang lain. Selain itu media sosial menjadi tempat untuk mengeskpresikan diri seperti menyebarkan keadaan diri , kegiatan diri sehingga orang-orang mejadi lebih mengetahui.  Kemudian sisi buruk lainnya yaitu ketika pandemi covid-19 baru melanda Indonesia, banyak kabar bohong atau hoax yang menyebabkan terjadinya keraguan diantara masyarakat karena tidak menganalisis berita tersebut tetapi langsung menelan mentah-mentah berita tersebut. Sehingga dari hal tersebut masyarakat menjadi tidak memiliki kepercayaan terhadap pemerintah yang sedang menjalankan solusi untuk mereda pandemic covid-19 makin melanda. Dapat dikatakan bahwa target utama dari berita hoax tersebut ialah orang tua yang kurang mendapat bimbingan karena tidak menyeleksi berita yang diterima. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa selain pemanfaatan media sosial juga ada dampak buruk yang terjadi dan masyarakat perlu lebih berkontribusi dalam program pemerintah untuk menangani pandemi covid-19 bersama-sama dan lebih memercayai berita atau kabar yang sudah terverifikasi oleh media yang terpercaya disertai dengan bukti yang mendukung. Media sosial juga dapat membantu kita dalam mencari pekerjaan, banyak kejadian seperti pemberi kerja tidak menemukan pencari kerja yang sesuai. Dengan adanya media sosial, peluang mencari kerja akan semakin luas dimana informasi yang diberikan oleh pemberi kerja dapat sampai ke pencari kerja sehingga kedua pihak akan saling menguntungkan dan puas akan pilihannya. Media social juga dapat digunakan untuk mencari dana, biasanya dilakukan oleh suatu komunitas, individu, maupun instansi. Penggalangan dana dapat dilakukan melalui platform Instagram, twitter, maupun facebook. Contoh penggalangan dana melalui media sosial adalah kitabisa.com, kitabisa.com mengajak orang lain untuk menyumbang dengan membuat informasi yang singkat, jelas, dan mudah diakses. Semakin banyak orang yang tau maka semakin besar probabilitas orang akan menyumbang. Pemanfaatan yang paling banyak dilakukan menggunakan social media biasanya menggunakan platform – platform popular seperti Instagram, titkok, youtube, twitter dan facebook. 

Referensi

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tekno/read/2021/02/24/08050027/riset-ungkap-lebih-dari-separuh-penduduk-indonesia-melek-media-sosial

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *