oleh: Eva Dewi Safitri

Dengan adanya virus Covid-19 yang telah mewabah di dunia, khususnya di Indonesia pada tahun 2020 ini memberikan dampak yang luar biasa pada semua bidang, salah satunya bidang pendidikan. Dengan adanya virus ini menyebabkan proses pembelajaran berubah, yang awalnya pembelajaran di lakukan secara tatap muka kini berubah menjadi pembelajaran online atau daring. Hal ini juga menyebabkan adanya panic attack. Panic attack merupakan perasaan yang mendadak muncul seperti ketakutan yang intens atau kecemasan dan gejala fisik. Di masa pandemi Covid-19 tidak sedikit orang yang mengalami gangguan ketakutan yang intens tersebut, seperti takut tertular oleh Covid-19. Dari berbagai pihak juga merasakan dampak tersendiri. Seperti halnya akibat Covid-19 yang semakin mewabah dan pendidikan Indonesia pun terkena imbasnya. Dalam dunia pendidikan, pembelajaran online atau daring menjadi alternatif yang kian membias di tengah merebaknya virus korona. Dengan adanya virus ini menuntut para tenaga pendidik, pemerintah dan semua lembaga tanpa pengecualian untuk menggunakan sarana media digital dalam kegiatan belajar mengajar secara maksimal. Berbagai lembaga pendidikan terus berupaya mencari cara yang efektif dalam mentransmisikan sistem pengajarannya. Perkembangan  teknologi  yang kian canggih dan banyaknya media masa mengakomodasi dan memobilisasi sistem pembelajaran ini.

Lalu, apakah pembelajaran online atau daring menjadi solusi yang sangat efektif untuk diterapkan selama pandemi Covid-19 ?

Pembelajaran online dari rumah dilakukan dengan cara guru memberikan video materi. Akan tetapi, dalam hal ini ada saja kerentanan dalam penerapan sistem pembelajaran darurat yang ada. Seperti halnya sebaran jaringan internet yang belum merata ke semua daerah, fasilitas seperti laptop dan handphone yang belum memadai, kemudian pemberian tugas dalam waktu yang lama juga akan sulit dilakukan, menurut  hasil survei yang dilakukan KPAI sebanyak 81,8 % responden siswa mengatakan selama pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) para guru lebih menekankan pemberian tugas. Menimbang akan berdampak negatif pada kesehatan mata para pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat terhambat sehingga pembelajaran online atau daring ini tidak berjalanan sesuai dengan ekspektasi. Efektivitas dan mutu pembelajaran menjadi rendah dan sukar untuk dipahami dengan cepat. Media bisa menjadi tolak ukur sejauh mana pembelajaran online dinyatakan masih minim atau telah maksimal. Selain itu, kegagapan para tenaga pendidik dan pelajar dalam mengakses daring yang menjadi salah satu alasan terhambatnya pembelajaran online atau daring, bisa saja jaringan dan fasilitas lengkap, tetapi kemampuan kedua belah-pihak sangat berpengaruh dalam penerapan sistem daring. Kegagapan dari keduanya atau salah   satu dari keduanya akan membuat kecanduan minimalis daring tak terobati. Kerentanan-kerentanan ini yang menghadirkan berbagai potretan ketidakpuasaan dan ketidakefektivan dari sistem daring darurat selama pandemik Covid-19.

Selama pandemi, terhitung sejak awal akhir Februari 2020. Pasca instruksi pemerintah untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah, ataupun beribadah dari rumah dan lain sebagainya membuat situasi di Indonesia menjadi beda. Hal ini juga berdampak dalam proses pendidikan. Bagaimana tidak, hampir 100% aktivitas kerja dan sekolah dilakukan dari rumah. Dengan fenomena ini teknologi menjadi penguasa yang membius mata  masyarakat.  Serba-serbi  kehidupan  diwarnai  oleh  dunia  online.  Absensi, materi pembelajaran, tugas, kuis, ulangan harian, dan berbagai ujian dilakukan dari rumah beragam aplikasi yang ada dalam jasa daring. Dengan adanya sistem ini seolah semua orang telah pandai dengan sistem daring. Akan tetapi, fenomena di lapangan menyatakan adanya kendala yang tak terelakkan. Hal ini disebabkan oleh ketidaksiapan setiap pelajar dan pengajar dalam pembelajaran online atau daring. Kita perlu menyadari bahwa tidak semua pelajar berasal dari keluarga kelas menengah ke atas. Tidak semua pelajar dan pengajar di Indonesia menikmati proses ‘milenial’ ini. Tidak semua mereka memiliki gawai dan laptop. Ada yang punya tetapi susah untuk mendapatkan akses internet. Bahkan di daerah tertentu tidak ditemukan jaringan internet. Ada yang tidak memiliki dua-duanya. Belajar dari rumah membuat slogan merdeka belajar semakin kelihatan. Apa maksud merdeka dalam konteks belajar dari rumah? Dari fenomena dan  kesan umum yang terlihat, proses belajar justru di luar kendali. Belajar dari rumah untuk konteks pelajar SD-SMA adalah liburan. Kita tidak bisa menyangkal bahwa efektivitas kegiatan belajar dengan pantuan jarak jauh oleh para pendidik dan bimbingan langsung dari orangtua hanya berlangsung di pekan awal. Berada di rumah selama pandemi diharapkan tetap produkif dalam belajar. Akan tetapi, kadang-kadang orang justru merasa bebas-merdeka untuk belajar. Belajar dari rumah adalah sebuah tameng yang dipakai untuk menahan tuduhan bahwa selama Covid-19 sistem pendidikan vakum.

Peran generasi muda ini sangat besar, diharapkan para generasi muda bisa berperan sebagai agent of change. Maka disinilah peran generasi muda, sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang penuh energi, yang optimis, diharapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk bisa ikut membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Indonesia membutuhkan generasi muda yang sangat peduli dengan pendidikan, demi kemajuan bangsa Indonesia. Bagaimana pun keadaannya para generasi muda harus melakukan pembelajaran dengan sebaik mungkin. Karena, masa depan negara Indonesia berada dalam genggaman generasi muda. Sebagian pihak yang menganggap bahwa kebijakan pemerintah untuk meliburkan sekolah dibeberapa wilayah menjadi kesempatan emas untuk berlibur bersama keluarga. di sinilah peran pemuda untuk membantu orang-orang di sekitar kita meninggalkan ‘kekolotan’ mereka. Revolusi mental itu penting. Sangking pentingnya, hal itu harus dimulai dari diri kita sendiri yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan. Generasi muda Indonesia haruslah mempunyai pemikiran yang optimis dalam melakukan pembangunan bangsa. Dalam bidang pendidikan pasca pandemi Covid-19 ini sudah banyak pelajaran yang dapat kita ambil, yang mana metode pembelajaran online atau daring. Metode pembelajaran yang di terapkan pada masa pandemi Covid-19 tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan baik, dikarenakan banyak hal yang menyebabkan terhambatanya pembelajaran dengan metode online atau daring. Pada saat pandemi pembelajaran harus di lakukan dengan online, yang perantaranya dengan media elektronik, dalam hal ini beberapa generasi muda yang belum mengetahui cara tepat penggunaan media elektronik untuk belajar  akan merasa kesulitan. Pentingnya belajar teknologi itu sangat penting bagi para generasi muda untuk dapat memperbaiki keadaan negara pasca pandemi Covid 19. Namun dibalik itu keterbatasan pembelajaran secara online atau  daring  membuat semua lapisan masyarakat ikut berperan untuk mengusahakanya. Solusinya seperti meminjamkan fasilitas HP atau tempat umum yang memiliki wifi  jadi tempat untuk belajar. Hal kecil tersebut menjadi bantuan kepada siswa yang tidak mampu. Dari berbagai inovasi pembelajaran  tersebut semakin yakin bahwa kaum milenial semakin kuat dalam pembangunan pendidikan. Karena semua dituntut bergerak maju mengikuti zaman. Yang tidak mengenal edukasi online ataupun yang sudah mengenal teknologi, secara tidak langsung semua diharuskan mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi terlebih di zaman era digital.

DAFTAR PUSTAKA

Alodokter.com. 2019. Serangan Panik. Diakses dari https://www.alodokter.com/serangan-panik. Pada tanggal 25 Juni 2021. 

Cnnindonesia.com. 2020. Survei KPAI: Guru Tak Interaktif selama Belajar dari Rumah. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200427160228-20 497716/survei-kpai-guru-tak-interaktif-selama-belajar-dari-rumah. Pada tanggal 26 Juni 2021.

Kompas.com. 2020. Anak-anak dari Keluarga Ekonomi Bawah Terkendala Belajar Daring. Diakses dari https://www.kompas.id/baca/humaniora/dikbud/2020/04/12/anak-anak-dari-keluarga-ekonomi-bawah-terkendala-belajar-daring. Pada tanggal 25 Juni 2021. 

Tempo.com. 2020. Normal Baru, Industri Telekomunikasi Diminta Kembangkan Platform. Diakses dari https://inforial.tempo.co/info/1003115/normal-baru-industri-telekomunikasi-diminta-kembangkan-platform. Pada tanggal 25 JUNI 2021. 

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *