oleh: Kirana Amara Putri

BAB I 

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Melalui kemunculan pandemi Covid-19,  kegiatan atau aktivitas sehari-hari yang biasanya dapat dilakukan di luar rumah dengan leluasa, kini harus dilakukan serba di rumah. Pembatasan kegiatan di luar rumah tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Tak terkecuali Indonesia, yang turut terimbas dampak pandemic Covid-19 ini. Hampir seluruh aspek terseret dampak negative pandemi, salah satunya ialah sector pariwisata. Pariwisata sendiri merupakan sector yang penting bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia, namun dengan adanya pandemic, industry pariwisata tentunya mengalami penurunan besar karena berkurangnya kunjungan baik itu wisatawan asing maupun domestic. Penurunan wisatawan asing di Indonesia sendiri dapat berpengaruh pada penurunan devisa, serta pengurangan lapangan pekerjaan bagi mereka yang berprofesi sebagai tenaga kerja di sector pariwisata, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pengangguran. Hal ini disebabkan karena industri pariwisata memiliki keterkaitan dengan industry lain, misalnya seperti interaksi bisnis bahkan hingga pemerintah.  Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia mengalami penurunan pada bulan Januari 2020 yang mencapai 7,62% yakni sekitar 1,27 juta kunjungan, apabila dibandingkan dengan kunjungan wisatawan mancangera pada bulan Desmber 2019 yang berjumlah 1,37 juta kunjungan(Anggarini, 2021). Hal ini terjadi karena di beberapa negara Covid-19 telah menyebar di akhir tahun 2019. Pemerintah Indonesia pun telah menyiapkan strategi untuk memulihkan perekonomian wisata, yakni inovasi, kolaborasi, dan adaptasi. Inovasi adalah perubahan mendasar yang perlu diimplementasikan, pemerintah perlu melakukan perubahan dari segi infrastruktur destinasi wisata, kuliner, hingga budaya. Sedangkan adapatasi merupakan kondisi baru yang harus dihadapi bersama oleh semua lapisan masyarakat. Kemunculan pandemi Covid-19 ini perlu menghadirkan pula peningkatan kebersihan di seluruh tempat, termasuk tempat wisata. Penerapan kebersihan, kesehatan, keamanan, hingga ramah lingkungan juga perlu diperhatikan dalam sektor pariwisata. Kemudian dalam hal kolaborasi, ini ditujukan bagi semua pihak untuk turut memajukan sektor pariwisata, karena banyak lapangan pekerjaan telah turut hilang dengan adanya penutupan sementara tempat wisata. selain itu, pemerintah juga turut andil dalam memberikan bantuan seperti subsidi atau pinjaman. 

BAB II

Pembahasan

Apabila melihat permasalahan yang terjadi dalam sector pariwisata tersebut, dengan demikian hadirnya sosial media dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan ini serta sebagai salah satu upaya untuk tetap terkoneksi dengan masyarakat, dan dapat dimanfaatkan pula dalam sector wisata untuk mencapai sasaran komunikasinya(Universitas Jember, n.d.), karena perkembangan sosial media  semakin hari pun semakin beragam. Dimulai  dari yang awalnya hanya ada  surel atau website, kini sosial media telah berkembang seperti facebook, twitter, Instagram, path, TikTok, atau blog pribadi. Melalui adanya perkembangan sosial media, maka arus pertukaran informasi pun semakin mudah.  Hal ini dapat terjadi karena pertukaran informasi tidak harus selalu berasal dari sumber-sumber resmi, namun juga bisa berasal dari blog pribadi. Melalui akun-akun pribadi tersebut, seringkali pariwisata menjadi hal yang diunggah di sosial media. Dengan memanfaatkan platform sosial media tersebut, setiap individu dapat membagikan pengalamannya sendiri mengenai wisata yang telah dikunjungi. Sehingga dalam hal ini, pengguna lain dapat ikut melihat postingan tersebut hingga mengomentari. Sosial media juga telah meminimalkan biaya untuk menyebarkan informasi, sehingga platform ini dapat digunakan sebagai alat yang tepat untuk melakukan promosi. Selain itu, menurut LIPI (2020), langkah awal  dalam    upaya    membangkitkan kembali UMKM untuk membangkitkan pekerja informal dalam  indutri  pariwisata   dalam  jangka pendek     adalah     dengan     menciptakan stimulus permintaan     dan    mendorong platform digital seperti sosial media untuk memperluas kemitraan,  disamping  upaya  yaitu  melalui  kerjasama  serta  pemanfaatan  inovasi  dan teknologi   yang  menunjang   perbaikan mutu   dan   daya   saing   produk, seperti  pengolahan  produk,  kemasan  serta  sistem pemasaran dan lainnya(Anggarini, 2021).

BAB III

Penutup

Pekerja informal dan pelaku UMKM dalam sektor pariwisata dapat memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam usahanya melalui keharusan pemberlaksaanaan kemitraan dan pemanfaatan media online, sehingga juga sekaligus dapat memperbesar peluang apabila melihat kondisi pandemi kala ini. Hal ini dilakukan agar pelaku usaha dalam sektor pariwisata di masa pandemi masih dapat bertahan. Sosial mediaseperti aplikasi atau website online dapat menjadi platform untuk mempromosikan penjualan barang atau jasa di industri pariwisata terkait, atau berkomunikasi langsung dengan masyarakat sehingga dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan masyarakat. Keunggulan sosial media ini dapat dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi yang interaktif, karena malalui  komunikasi interaktif tersebut dapat menjadi cara efektif untuk mempromosikan usaha di bidang pariwisata(Hamzah et al., 2013). Pelaku usaha di sektor pariwisata juga dapat memanfaatkan peluang ini untuk membuat akun sosial media usaha wisatanya dengan menarik sehingga juga dapat menarik perhatian masyarakat. Selain itu, apabila melihat kondisi pandemi kala ini, pelaku usaha wisata juga dapat menekankan pemberlakuan kampanye protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pengecekan suhu dan pembelarkuan jaga jarak di tempat wisata terkait, dengan demikian masyarakat pun tidak perlu merasa khawatir mengenai penularan Covid-19. Oleh karena itu, dengan pemanfaatan sosial media yang baik dan maksimal, sektor pariwisata di Indonesia dapat terus mengalami peningkatan meskipun berada di tengah kondisi pandemi saat ini. 

Daftar Pustaka 

Anggarini, D. T. (2021). Upaya Pemulihan Industri Pariwisata Dalam Situasi Pandemi Covid -19. Jurnal Pariwisata, 8(1), 22–31. https://doi.org/10.31294/par.v8i1.9809

Hamzah, Y. I., Penelitian, P., Pengembangan, D., Kepariwisataan, K., Pariwisata, K., & Kreatif, D. E. (2013). Potensi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Interaktif Bagi Pariwisata Indonesia. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 8(3), 1–9. http://www.kemenpar.go.id/userfiles/JKI Vol_8 No_3 2013 – Potensi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Interaktif Bagi Pariwisata Indonesia.pdf

Universitas Jember. (n.d.). Masa Pandemi Covid-19, Waktu Yang Tepat Menyapa Sasaran Komunikasi Melalui Media Sosial. 1.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *