oleh Fransiana Marsela

Pandemi Covid-19 mengharuskan segala sesuatu dilaksanakan secara online tanpa terkecuali demi memutus rantai penyebaran. Dengan adanya hal ini, seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, mau tidak mau harus meninggalkan kebiasaan lama mereka dalam kegiatannya sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan secara online ini sangat nyata dapat dilihat dalam sektor pendidikan. Anak sekolah kini tidak lagi mendapatkan ilmu harus di sekolah, setiap pagi bertemu guru dan teman-teman mereka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran resmi nomor 4 tahun 2020 mengenai Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID 19. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Sekarang, dari rumah saja mereka masih bisa bertemu tatap muka dengan guru dan teman-teman mereka.

Media sosial sangat berpengaruh pada perkembangan pendidikan terlebih di masa pandemic Covid-19. Pada zaman ini, tidak dipungkiri bahwa semua orang sudah melek akan media sosial. Seperti contoh di Indonesia, penggunaan media sosial terus meningkat pesat menjadi 59% dari 272,1 juta total penduduk Indonesia (Moedia, 2020). Pemanfaatan media sosial dengan baik tentunya akan memberikan segudang manfaat. Menurut Purbohastuti (2017) media sosial sangat memberi manfaat, yakni sarana untuk mempererat silaturahmi, sarana untuk berkomunikasi dengan positif, sarana menjalin hubungan pertemanan, menyediakan informasi yang tepat dan akurat, sarana menambah wawasan dan pengetahuan. Media yang ada saat ini, seperti Youtube, Instagram, Twitter dapat digunakan untuk menambah wawasan serta pengetahuan di masa pandemi. Banyak content creator yang memanfaatkan media sosial mereka untuk berbagi informasi mengenai ilmu pengetahuan. Pertama, pada video Youtube, materi mengenai dunia pendidikan kini dapat diakses dengan mudah dan dipaparkan secara jelas dengan balutan hiasan musik serta animasi yang menarik. Hal tersebut sangat mempengaruhi minat siswa untuk belajar dengan cara yang tidak monoton. Terlebih, banyak siswa yang terinspirasi dari konten video tersebut yang kemudian membuat video pembelajaran versi dirinya sendiri. Media sosial youtube sangat memberikan efek positif dalam menunjang pendidikan. Selanjutnya, dalam kegiatan belajar mengajar, fasilitas yang umumnya diberikan guru untuk menunjang pendidikan di masa seperti ini juga berkaitan erat dengan media sosial. Sebagai contoh Instagram, guru berusaha memanfaatkan platform instagram untuk penugasan siswa yang dinilai dapat bermanfaat bagi orang lain. Siswa dapat memberikan informasi melalui gambar maupun video yang dikemas secara unik untuk menarik perhatian orang lain, begitu pula sebaliknya. Siswa dapat menemukan informasi mengenai materi pelajaran pada akun-akun instagram yang secara khusus membahas mengenai hal-hal berbau pendidikan. Semua orang dapat bertukar pengetahuan disini. Media sosial yang akan dibahas selanjutnya adalah Twitter. Menurut data yang dilansir oleh Rohmah (2020), penggunaan platform twitter semakin melonjak saat adanya pandemi, hingga menyentuh 166 juta pengguna. Tingginya tingkat ketenaran twitter masa kini menyebabkan platform ini digunakan sebagai sarana menyebarkan informasi dalam segala bidang, termasuk pendidikan. Seperti contoh pada dokter Tirta, seseorang yang dari dulu menggunakan twitter untuk berbalas tweet humor dengan pengikutnya, kini membagikan konten edukasi mengenai virus Covid dengan bekal ilmu pengetahuan kedokteran yang telah ia pelajari semasa sekolah. Banyak orang-orang berpendidikan yang tak pandang bulu membagikan ilmunya di media sosial twitter. Utasan menarik dan menyenangkan yang ditulis secara rinci menambah wawasan para pembacanya. Tak jarang, banyak guru yang menugaskan siswanya dengan menyebarkan informasi bermanfaat di twitter menggunakan tagar tertentu guna menaikkan informasi tersebut. Hal tersebut memudahkan seseorang melihat utasan saat menekan kolom pencarian. Disana, seseorang dapat bertukar pikiran dengan saling berbalas komentar.

Pesatnya perkembangan media sosial diikuti dengan kemampuan literasi digital masyarakat di segala usia. Pemanfaatan media sosial ini turut berkontribusi memberikan kelancaran bagi dunia pendidikan dalam menyukseskan anjuran pemerintah untuk belajar di rumah selama pandemi. Di masa pandemi seperti ini, diharapkan siswa mampu memanfaatkan media sosial sebaik-baiknya dalam mengakomodasi kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan. Banyaknya siswa generasi Z yang melek media sosial menambah kemajuan kebermanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran ilmu pengetahuan. Materi dalam platform media sosial yang dapat diakses secara bebas dan gratis memudahkan siswa menambah ilmu pengetahuan. 

Daftar Pustaka

Moedia, A., (2020). 5 Media sosial paling popular di dunia pada Q2 2020.https://www.antaranews.com/ berita/1678882/5-media-sosialpaling-populer-di-dunia-pada-q2- 2020.

Purbohastuti, A W., (2017). Efektivitas media sosial sebagai media promosi. Tirtayas Ekonomita. 12(2):212-231.

Rohmah, N. N. (2020). Media sosial sebagai media alternatif manfaat dan pemuas kebutuhan informasi masa pandemik global covid-19. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(1), pp. 1-16.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *