oleh: Renata Azzahra

Virus Corona (COVID-19) yang mulai ditemukan pada akhir tahun 2019 kini beralih menjadi pandemi global. Virus Corona atau COVID-19 muncul pertama kali di kota Wuhan, China. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem tersebut, pneumonia, hingga kematian. Dilansir dari website resmi informasi seputar COVID-19 Indonesia, covid19.go.id, sampai saat ini, total kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 4.1 juta kasus dan telah menewaskan 139 ribu jiwa.

Keputusan-keputusan yang diambil pemerintah dan masyarakat saat ini bisa membentuk dunia beberapa tahun ke depan. Berbagai macam sistem darurat diberlakukan semua negara untuk memerangi COVID-19. Keputusan yang dalam keadaan normal membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipertimbangkan, kini hanya butuh waktu beberapa jam. Teknologi dipaksa untuk beroperasi walaupun dalam keadaan yang belum matang bahkan dapat berisiko. Namun, sekiranya itu lebih baik daripada tidak melakukan apapun.

Perkembangan teknologi membuat kita semakin mudah dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Salah satu contohnya adalah media sosial. Dengan adanya media sosial, kita dapat mendapatkan informasi dari belahan dunia lain dengan cepat dan mudah. Selain itu, kita dapat saling berkomunikasi dengan seseorang yang berada jauh dari kita. Perkembangan informasi dan teknologi komunikasi yang melahirkan media sosial pada saat ini sudah menjadi kebutuhan yang vital bagi manusia. 

Bukan hanya sekadar dalam pemanfaatannya sebagai saluran informasi dan komunikasi antar individu dalam interaksi sosial, namun juga dalam lingkup yang lebih luas seperti antar lembaga dengan lembaga, antar wilayah dengan wilayah hingga antar negara dan benua. Perubahan ini kemudian dapat menimbulkan perubahan dan pergeseran pola hidup dalam interaksi di masyarakat.  Pola interaksi yang dulunya mengandalkan komunikasi langsung, menjadi komunikasi bermedia. Perkembangan yang begitu pesat juga membawa pengaruh yang besar terhadap kehidupan dalam bidang kesehatan di masyarakat.

Pandemi COVID-19 membuat pemerintah Indonesia harus mengambil kebijakan tegas untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Kebijakan yang diambil pemerintah pertama kali adalah kebijakan lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hingga yang terkini, pemerintah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kasus positif COVID-19 di Indonesia. 

Penggunaan media sosial saat ini sangat berpengaruh positif untuk masyarakat. Terlebih, regulasi administrasi di Indonesia yang dianggap sulit. Hal tersebutlah yang membuat masyarakat terkadang malas untuk mengakses layanan kesehatan. Berbanding terbalik dengan penggunaan media sosial yang sangat terbuka untuk masyarakat, di mana penggunanya bebas untuk mengakses informasi apapun yang mereka inginkan terutama dalam hal kesehatan. Bahkan saat ini, media sosial dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan kesehatan khususnya di masa pandemic COVID-19 ini.

Kesehatan adalah tanggung jawab setiap individu. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mencegah segala ancaman yang dapat mebahayakan kesehatan dirinya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menggali informasi yang berkaitan dengan kesehatan terutama di masa pandemi COVID-19 ini secara mandiri. Pemerintah dan pihak-pihak terkait, saat ini telah berupaya untuk memberikan informasi yang dapat diakses secara bebas di situs-situs resmi dan terpercaya. 

Media sosial saat ini bisa dibilang menjadi tokoh utama dalam menyebarkan informasi yang disampaikan kepada publik. Sebagai sumber informasi utama saat ini, menjadikan media sosial memiliki peranan yang penting dalam kegiatan sehari-hari. Perkembangan teknologi dan kemajuan digital memudahkan kita untuk menjangkau informasi dari berbagai bagian dunia. Privilese ini sudah seharusnya digunakan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu dan kualitas hidup terutama di bidang kesehatan.

Dengan adanya kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi melalui media sosial, diharapkan kita bisa memanfaatkan hal tersebut dengan sebaik-baiknya setidaknya untuk kepentingan dan kesejahteraan diri sendiri. Terutama di masa pandemi COVID-19, dengan segala kebijakan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, masyarakat hendaknya secara aktif bisa mencari informasi secara mandiri melalui media sosial yang mereka punya.

Media sosial merupakan wadah bagi semua orang untuk menyampaikan pendapat mereka secara bebas. Masyarakat bisa menyampaikan suaranya secara cepat dan praktis melalui platform media sosial yang mereka miliki. Hal ini pula yang membuat tidak sedikit hoax tersebar begitu cepat terkait dengan pandemi COVID-19. Karena mudahnya akses informasi, tidak sedikit pula masyarakat yang menerima mentah-mentah berita bohong yang beredar di media sosial. Hal tersebut justru akan semakin memperburuk keadaan kita saat ini.

Oleh karena itu, kita sebaiknya bisa bijak dalam penggunaan media sosial. Dilansir dari detiknews (2021), terdapat cara-cara untuk menghindari hoax terkait dengan COVID-19, di antaranya : memastikan pembuat informasi, memastikan sumber resmi, dan dari mana informasi didapat. Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan alasan informasi tersebut disebarkan dan waktu informasi dipublikasikan. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari hoax yang beredar di media sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Anam, K. (2021, August 9). Banyak Hoax soal Corona, Ini Langkah Antisipatif yang Bisa Dilakukan. Retrieved from detiknews: https://news.detik.com/berita/d-5674927/banyak-hoax-soal-corona-ini-langkah-antisipatif-yang-bisa-dilakukan

Covid19.go.id Beranda. (2020, September 16). Retrieved from covid19.go.id: https://covid19.go.id/

Maudina, V. (2021, July 15). Pengaruh Media Sosial dalam Peningkatan COVID-19 di Indonesia. Retrieved from Kumparan: https://kumparan.com/user-09072021104436/pengaruh-media-sosial-dalam-peningkatan-covid-19-di-indonesia-1w8Ks4SfvMb/1

Rogers, E. (1986). Communication Technology, The New Media in Society. London: The free Press Collier Macmillan Publisher.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *